Kamis, 14 November 2013

Ilmu Budaya Dasar Jilid 2



PT Lippo Karawaci Tbk

Visi :
          Untuk menjadi perusahaan properti terkemuka di Indonesia dan di wilayah dengan komitmen yang kuat untuk memberikan dampak positif pada kualitas hidup masyarakat dan untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham.

Misi :

  • ·        Untuk memenuhi kebutuhan kelas menengah dan atas Indonesia untuk perumahan, pusat perbelanjaan, perkembangan komersial, kesehatan, hiburan, infrastruktur dan jasa perhotelan.

  • ·        Untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan di setiap bisnis melalui portofolio keseimbangan proyek pengembangan mempertahankan tingkat yang sehat pendapatan berulang.

  • ·        Untuk menyediakan lingkungan hidup kelas satu yang meningkatkan fisik, sosial, dan pengalaman spiritual untuk kliennya. Dan untuk menyediakan lingkungan hijau terbaik di setiap proyek pembangunan.


http://www.bisnis-jabar.com/wp-content/uploads/2010/09/IM_LIPPO-300x225.jpg













Tentang Lippo Karawaci

Didirikan pada visi untuk mempengaruhi kehidupan melalui pengembangan terencana berkelanjutan kota-kota mandiri  dalam lingkungan hijau dan kelas pertama fisik dan sosial infrastruktur.
Selama lebih dari satu dekade , Perusahaan telah membuktikan dirinya untuk menjadi sebuah pengembang properti yang mempunyai kepercayaan tinggi dengan nama brand yang paling dikenal. Lippo adalah pemilik difersifikasi tanah bank terbesar dan pemimpin dalam proyek perintis lokasi-lokasi strategis  di seluruh Indonesia.
Melalui 8 penggabungan perusahaan properti terkait di tahun 2004 perusahaan telah memperluas bisnis portofolionya untuk mencakup pembangunan perkotaan, perkembangan skala besar yang terintegrasi, mal-mal , perawatan kesehatan, hotel dan rekreasi serta portofolio pembayaran berbasis pendapatan.
Lippo Karawaci sekarang adalah Perusahaan properti yang terdaftar yang terbesar di Indonesia dengan kapitalisasi pasar, aset dan pendapatan, dengan model bisnis yang unik dan terpadu.  Lippo Karawaci mengoprasikan kelompok rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, satu-satunya yang mencapai standar kelas dunia, dan merupakan pemimpin industri properti yang tak terbantahkan.

Tinjauan

Faktor kunci untuk pengembangan properti yang sukses termasuk lokasi yang strategis , perencanaan kualitas tinggi , waktu dan eksekusi profesional. Selama bertahun-tahun , Lippo Karawaci telah membentuk reputasi dan keahlian dalam menciptakan nilai melalui integrasi dalam pengembangan properti yang sukses. Lippo Karawaci yang berlokasi Bank tanah strategis mewakili lokasi utama untuk pembangunan yang sejalan dengan permintaan pasar. Dengan perkembangan Indonesia yang cepat di tingkat menengah dan menengah ke atas kelas pendapatan, dan permintaan akan pertumbuhan berikutnya untuk produk dan jasa yang ditawarkan oleh Lippo Karawaci, prospeknyapun positif.
Selanjutnya, perusahaan dinamis, tim manajemen ke depan memiliki bukti “track record” dalam keberhasilannya mengelola beberapa perusahaan melalui berbagai siklus, dengan kemampuan eksekusi terbukti dan komitmen tak tertandingi untuk kualitas. Dengan demikian, perusahaan adalah posisi yang baik untuk menangkap prospek cerah jangka panjang pengembang properti di Indonesia.
Lippo Karawaci adalah perusahaan properti terbesar yang terdaftar di Indonesia sekarang. Dengan portofolio yang terdiri Perumahan dan pengembangan kota, rumah sakit rumah sakit, mal-mal, hotel dan tempat rekreasi dan aset manajemen yang membentuk dasar untuk pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang.
Lippo Karawaci menciptakan rencana pengembangan yang baik dengan menghindari kemacetan lalu lintas, daerah bebas banjir, dan memiliki infrastruktur kelas dunia. Lippo Karawaci didorong oleh visi mempengaruhi kehidupan,sementara terus menciptakan nilai untuk para pemangku kepentingan. Kebutuhan pertumbuhan menengah, menengah ke atas, dan kelas atas Indonesia dipenuhi kualitas layanan yang ditawarkan melalui masing-masing segmen perusahaan. Sementara, pertumbuhan berkelanjutan dicapai melalui keseimbangan portofolio proyek pembangunan yang didukung dan ditopang oleh tingkat pendapatan berulang yang stabil dari rumah sakit-rumah sakit, hotel-hotel dan tempat rekreasi , manajemen kota, dan pembayaran berdasarkan pendapatan dari “Retail Estate Investment Trusts (REITs)” dan manajemen properti.

ACTIONS

1.Lippo Karawaci Bukukan Laba Rp1,06 T

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan laba bersih sebesar Rp1,06 triliun di tahun 2012. Laba ini naik 50 persen dibandingkan laba bersih tahun 2011 sebesar Rp708 miliar.Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya menyebut perseroannya membukukan pendapatan sebesar Rp6,16 triliun atau naik 47 persen."Seluruh divisi usaha LPKR mencatat pertumbuhan berkelanjutan yang memuaskan dengan kinerja pendapatan yang tinggi dari dari divisi usaha strategis Residential & Urban Development meningkat 67 persen menjadi Rp3,4 triliun.
Kontributor utama dari pertumbuhan ini adalah hasil penjualan tanah industri di Lippo Cikarang yang membukukan pendapatan sebesar Rp611 miliar dan penjualan 2 aset mal kepada Lippo Mall Indonesia Retail Trust (LMIRT) sebesar Rp879 miliar," ujar Ketut dalam siaran pers, Rabu (28/3/2013).Pendapatan divisi hospitals, tambahnya juga naik 42 persen menjadi Rp1,79 triliun yang didorong oleh peningkatan pendapatan sebesar 33 persen dari tujuh rumah sakit yang telah beroperasi. Hal ini seiring dengan peningkatan jumlah pasien rawat inap dan pasien rawat jalan masing-masing 41 dan 23 persen."Pendapatan dari laboratory yang naik 33 dan pharmacy naik 31 persen ditambah kontribusi dari empat rumah sakit baru yang telah mulai beroperasi di tahun 2012. Divisi commercial mencatat peningkatan pendapatan sebesar 12 persen menjadi Rp468 miliar dan divisi Asset Management tumbuh enam persen menjadi Rp500 miliar," tambah dia.
Sumber : okezone.com

2. Kuartal III/2013 Lippo Karawaci bukukan pendapatan Rp4,7 T

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sepanjang kuartal III/2013 berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp4,78 triliun atau meningkat 25 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,819.Peningkatan pendapatan terbesar berasal dari divisi health care yang meningkat sebesar 47 persen menjadi Rp1,83 triliun dari Rp1,24 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target kami di tahun 2013. Kuartal keempat tampak menjanjikan dan kami tetap fokus dan terus mengoptimalkan sumber daya dalam membangun berbagai proyek kami seperti rumah sakit, mal ritel serta pengembangan properti," kata Presiden Direktur LPKR, Ketut Budi Wijaya dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (31/10/2013).
Menurut dia perseroannya memiliki struktur permodalan yang kuat karena profil pinjaman yang berjangka panjang serta posisi kas yang sehat di mana memungkinkan LPKR untuk mengatasi berbagai tantangan dan terus melaksanakan rencana bisnisnya.Pendapatan recurring LPKR terus berkembang dan mencatat pertumbuhan yang kuat sebesar 38 persen YoY menjadi Rp2,716 triliun serta memberikan kontribusi sebesar 57 persen dari total pendapatan konsolidasi untuk sembilan bulan 2013.
"Hasil ini sejalan dengan strategi kami untuk mempertahankan keseimbangan basis pendapatan antara pendapatan pengembangan properti dengan pendapatan recurring," tambahnya.Sementara itu, untuk EBITDA perseroan meningkat sebesar 16 persen YoY menjadi Rp1,32 triliun dari Rp1,13 triliun. Selanjutnya, laba bersih meningkat dengan sehat sebesar 24 per YoY menjadi Rp913 miliar.Divisi Residential dan Urban Development masih menjadi kontributor utama bagi EBITDA dan laba bersih, masing–masing sebesar 57 persen dan 61 persen dari total konsolidasi EBITDA dan laba bersih.
Rasio hutang bruto terhadap ekuitas 0.59 X per tanggal 30 September 2013, dan rasio hutang bersih terhadap ekuitas (net gearing) 0,33 X. Perseroan mempertahankan rasio hutang bruto terhadap ekuitas dibawah 1 X. Rasio-rasio tersebut berada pada range yang moderat dan merefleksikan jumlah aset dan ekuitas yang memadai untuk memenuhi seluruh kewajiban.
LPKR adalah perusahaan properti terbuka yang terbesar di Indonesia berdasarkan total pendapatan dan total aset, serta didukung oleh landbank yang terdiversifikasi di seluruh wilayah dan basis pendapatan recurring yang kuat.
Divisi usaha LPKR meliputi residensial/township, mal ritel, hospitals, hotels dan manajemen aset. LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp25 triliun atau USD2,3 miliar per 30 September 2013.
Sumber : sindonews.com

3. Lippo Cikarang Luncurkan South Tower-Trivium Terrace Apartments
 
 Lippo Cikarang sebuah perusahaan pengembang perkotaan (urban development) berbasis ekonomi- industri dengan luas area sekitar 3.000 hektar, pada 23 Februari akan meluncurkan South Tower-Trivium Terrace Apartments sebanyak 422 unit.Diatas lahan seluas 19.200 m2, South Tower diluncurkan di lokasi yang sama dengan North Tower. Keduanya berada di lokasi area yang diberi nama Trivium Lakeside Park yaitu sebuah konsep 'lake view'. South Tower ditawarkan dengan harga kompetitif mulai dari Rp 386 jutaan.
Gita Irmasari - Residensial, Sales & Marketing Division Head PT Lippo Cikarang Tbk. mengatakan: “Keyakinan dalam merilis South Tower didorong oleh kondisi pasar yang kompetitif dimana permintaan terhadap produk apartemen cukup baik khususnya di wilayah Lippo Cikarang. Kondisi ini ditandai dengan penjualan yang semakin baik melalui terserapnya 90 persen dari North Tower yang dirilis pada akhir November 2012.
Dari sisi produk, keunggulan yang dimiliki South Tower dari North Tower antara lain kedua sisi South Tower memiliki keunggulan masing-masing, dan dari posisi satu menghadap danau dan sisi lain menghadap tenggara. Di South Tower ini juga tersedia 12 unit Suite di lantai 22. Fasilitas disiapkan dengan selektif dan berkualitas diantaranya seperti: lakeside jogging track, swimming pool yang terletak di podium, children playground, Trivium Food & Beverages area, dan The Esplanade at Trivium. Disamping itu fasilitas yang tersedia di Kawasan Lippo Cikarang telah menjadi 'added value' bagi produk kami ini, mulai dari fasilitas: Sekolah, Rumah Sakit International, Hotel berbintang, Mal Lippo Cikarang dan Citywalk Lippo Cikarang yang mengangkat Kawasan menjadi sebuah 'Integrated Township' (kota terpadu).
Bekerja sama dengan Desain Interior Vivere, Trivium Terrace di desain untuk siap pakai dengan berbagai tipe pilihan seperti: Tipe Studio, Tipe 2 Bedroom dan Tipe 3 Bedroom. Apartemen ini disiapkan untuk memenuhi permintaan pasar khususnya di wilayah Cibitung, Cikarang, Cikampek, Karawang dan sekitarnya yang merupakan pusat kegiatan berbagai industri besar yang telah menjadi pusat perekonomian di wilayah regional Bekasi.
Kelengkapan fasilitas yang ada di Lippo Cikarang mulai dari fasilitas Sekolah, Rumah Sakit International, Hotel berbintang, Mal Lippo Cikarang dan Citywalk Lippo Cikarang telah mengangkat profile Lippo Cikarang sebagai sebuah 'Integrated Township' (kota terpadu) yang 'lifestyle'.
Saat ini penduduk di Lippo Cikarang sekitar 40.000 jiwa dengan sekitar 12.000 unit rumah. Beberapa tahun terakhir Lippo Cikarang mulai fokus membangun rumah di segmen menengah atas. Perpaduan sektor bisnis dan rekreasi yang dikembangkan telah berhasil memfasilitasi sejumlah 320 ribu orang yang beraktivitas bisnis setiap hari di kawasan ini dan membuat Lippo Cikarang terpilih sebagai tempat tinggal, rekreasi dan investasi sesuai motonya: The best place, to live, work and play.Lippo Cikarang adalah salah satu anak perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk (perusahaan property terkemuka di Indonesia).


PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DAN KINERJA PERUSAHAAN

Penelitian dilakukan bertujuan untuk membuktikan dan menganalisis:
1.    Pengaruh kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan.
2.    Pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan
3.    Pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja perusahaan
4.    Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja perusahaan
5.    Pengaruh kepuasan kerja karyawan terhadap kinerja perusahaan.


Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (Explanatory research) yang membuktikan hubungan kausal antara variabel bebas (independent variable) yaitu, variabel kepemimpinan dan variabel motivasi kerja, variabel antara (intervening variable) yaitu variabel kepuasan kerja karyawan, dan variabel terikat (dependent variable) yaitu kinerja
perusahaan. Serta penelitian korelasional, yaitu penelitian yang berusaha untuk melihat apakah antara dua variabel atau lebih memiliki hubungan atau tidak, dan seberapa besar hubungan itu serta bagaimana arah hubungan tersebut. Populasi dalam penelitian ini menurut jenisnya merupakan populasi yang terbatas dan menurut sifatnya merupakan
populasi yang homogen.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa :
1.    Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan
2.    Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan
3.    Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan
4.    Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan
5.    Kepuasan kerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar